Selasa, 21 Desember 2010
ST SETIA KEBUMEN

Add caption ST SETIA KEBUMEN seandy bgt setia oreen Anggota:
Muhammad Charly van Houten alias Charly (vokal),
Ilham Febry alias Pepep (drum),
Dedy Sudrajat alias Pepeng (gitar),
Alm. Iman Rush (gitar).
Genre:
Melayu
Kota Asal:
Bandung
Perusahaan Rekaman:
Trinity Optima Production Dengarkan cara ST12 membawakan lagu-lagu karyanya, nikmati kekhasan pilihan kata dan tema lirik lagu ciptaannya. Niscaya kita akan dibawa ke citra musik Melayu modern, lantaran dimainkan dalam formasi band. Inilah band yang tampil beda di bawah label Trinity Optima Production.
Notasi Minor ala ST12
Di awal berdirinya di Jalan Stasiun Timur nomor 12, Bandung pada 20 Januari 2005, ST12 telah mengkonsep karya lagu ciptaannya dengan karakter lagu-lagu pop Melayu, “Kami awali dengan melakukan riset kecil-kecilan pada sukses band-band papan atas Indonesia macam Dewa, Peterpan atau Sheila on 7. Umumnya lagu-lagu hit mereka menggunakan notasi minor, tapi dinyanyikan dengan cara ‘penyanyi bule’. Sedangkan notasi minor itu sejatinya ada pada musik Melayu, bagian dari kebudayaan kita sendiri. ST12 bangga bisa mengambil segmen musik pop Melayu, seperti halnya orang Amerika yang bangga dengan musik country atau orang Brazil mempertahankan budaya samba melalui musik dan tari,” ujar Pepep (drummer) membuka percakapan.
ST12 yang digawangi oleh trio Pepep (lahir di Padang, 9 Februari 1982, drums), Charly (Cirebon, 5 November 1982, vocal) dan Pepeng (Tasikmalaya, 9 Mei 1979) tak merasa risih disebut sebagai pembawa lagu pop Melayu dan bermain di segmen penikmat musik menengah ke bawah, “Karena sejatinya, publik musik kita ada di sana. Tapi ST12 mengemasnya beda, baik dalam cara membawakan lagu-lagu karya kami, dengan tema lirik dan gimmic yang kami masukan ke dalam aransemen lagu,” lanjut Charly.
Perhatikan lagu ‘P.U.S.P.A’ yang video klipnya disutradarai oleh Abimael Gandy (clip maker Terbaik SCTV Music Awards 2008), dengan model Luna Maya. Dari cara menulis judulpun beda, padahal ‘P.U.S.P.A’ adalah kependekan dari ‘Putuskan Saja Pacarmu’. Kenapa cara penulisannya harus memakai huruf kapital? “Bikin orang penasaran pengen dengerin lagunya, lalu beli kaset atau CD aslinya,” jawab Pepep sambil melepas tawa. Lagu ‘Putri Iklan (Cinta Dalam Mimpi)’ yang diaransemen lebih ngepop, menawarkan tema lirik yang berani, yakni tentang ‘mimpi basah’ laki-laki, dengan membayangkan bertemu dengan bintang iklan yang cantik jelita. Tema yang terdengar nakal, tapi tak pernah diungkap band lain. Lagu ‘Batu Nisan’, merupakan kisah nyata dari seorang perempuan yang melahirkan anak pertamanya, pada saat bersamaan, suaminya meninggal dunia. Lagu ‘Cinta Tak Direstui’, juga sebuah kisah nyata yang banyak dialami oleh pasangan muda. Barangkali lantaran perbedaan status pendidikan, status sosial dan bahkan mungkin karena ‘beda kasta’.
“Lirik-lirik yang gue banget, dengan bahasa sehari-hari yang ngalir aja, dipadu dengan melodi lagu dengan notasi minor Melayu, itulah kunci capaian musik ST12 sampai hari ini,” ujar gitaris Pepeng, yang mengaku selalu ‘merem abis’ pemakaian distorsi gitar pada musik rekaman ST12. Boleh dicatat, Pepeng awalnya adalah musisi rock, penggemar Bon Jovi dan gitaris Joe Satriani.
Curhat Charly & Workshop Aransemen
Charly adalah konseptor lirik dan lagu di hampir semua lagu ST12 sejak album perdana hingga album kedua yang beredar Juli 2008 ini. Dalam teori musik, apabila yang menulis lagu adalah vokalisnya, maka interpretasi menyanyinya akan terdengar pas. Charly juga dengan mudah mengukur ambitus (luas suara)-nya, ketajaman cengkok Melayunya, dan membuat permainan kata ‘gaya curhat’ pada lirik lagu, “Tapi untuk aransemen yang menyebabkan lagu-lagu ST12 menjadi utuh, mengigit dan gue banget, kami lakukan workshop sebelum masuk studio rekaman. Jadi aransemen kami matangkan secara bersama; trio musisi ST12 yang membuat,” ujar Charly merendah.
Perhatikan aransemen lagu ‘Jangan Pernah Berubah’ dan “Batu Nisan’, dua lagu ini dimainkan dengan unsur piano dan string yang tebal dibanding lagu-lagu lain. Sebenarnya akan lebih pas jika dikasih asli aransemen orkestra, “Tapi kami tak lakukan itu, takut terlalu berat didengar,” alasan Pepep. Lagu ‘Cinta Jangan Dinanti’, dikonsep ke arah klasik disko, sementara ‘Tak Dapat Apa-apa (My Hot)’ yang up beat versi Melayu, dikonsep untuk musik panggung. Pada ‘Lagu Irama Reggae (Cinta Itu Anugerah)’, ST12 memasukkan aroma musik reggae di dalamnya. Satu komposisi lagu yang lengkap.
Pada awal berdirinya ST12 memakai formasi 4 musisi, sayang gitaris Iman Rush meninggal dunia di tengah persiapan rekaman. Posisi Iman dianggap tak tergantikan, hanya untuk ke panggung, ST12 memakai additional musician (musisi tamu), Iwan (gitar), Kewoy (keyboards/piano) dan Buche (bas). Di rekaman, bassist tamunya diisi oleh Indra. Formasi inilah yang memberi roh kekuatan musik Melayu ala ST12, yang setiap pekan selalu melakukan workshop lagu-lagu baru di basecamp-nya di Studio OMS, di Jalan Stasiun Timur 12, Bandung.
‘Ngamen Bareng’ untuk Musisi Jalanan
Tatkala mendengar 9 lagu baru dan 3 lagu lama (‘Aku Masih Sayang’, ‘Jalan Terbaik’ dan “Rasa Yang Tertinggal’ – dari album pertama) dalam album keduanya, maka muncul opini ST12 pantas merilis album P.U.S.P.A ini ke Negara ASEAN berbahasa Melayu; seperti Malaysia, Singapura dan Brunai Darussalam. Roh Melayu melalui lirik dan melodi lagu, dan cengkok Melayunya yang khas, ditambah modernisasi musik melalui formasi band ST12, merupakan daya jual yang menjanjikan. Ia tak hanya enak diakses melalui CD dan Kaset, dan ditonton di panggung, tapi – boleh diduga – ring back tone dari album P.U.S.P.A akan tinggi peminatnya.
“Kami berusaha menulis lagu tak hanya enak di refrein-nya, tapi juga harus komersial di song –nya. Jadi dipotong dimana aja untuk ring back tone, tetap oke,” kata Pepep tidak dalam nada pongah. Bersama rekan-rekannya, ia setuju sekali jika eksekutif produsernya dari label Trinity Optima Production, bisa membuka peluang album ST12 dipasarkan di Luar Negeri, bahkan band asal Bandung ini siap menggelar promo tour ke Malaysia, Singapura atau Brunai Darussalam, “Barangkali kami bisa punya penggemar baru di sana, sama kuatnya dengan fans ST12 di Bandung, Sumatera, dan Kalimantan,” tambah Pepep, yang menggemari karya The Police dan Toto ini.
Promo awal ST12 dilakukan di Bandung pada tanggal 17 dan 18 Juni 2008 yang lalu, bekerjasama dengan Radio Dahlia, ST12 membuka audisi band dari kalangan umum dan pengamen Bandung dengan judul acara Ngamen Bareng ST12. Peserta yang berjumlah 50 band – kebanyakan pengamen / musisi jalanan – harus membawakan lagu wajib ‘P.U.S.P.A’ karya ST12. Hasilnya Viul Band yang berformasi 6 orang, akan tampil sebagai bintang tamu launching album P.U.S.P.A ST12 yang on air di SCTV pada tanggal 4 Juli 2008.
“Lagu-lagu kami memang banyak dinyanyikan musisi jalanan, mereka berjasa bagi karier ST12. Karena itulah, kami buka event Ngamen Bareng, dengan harapan event ini juga bisa membuka karier profesional para musisi jalanan, khususnya di Bandung,” tambah Pepep mengunci percakapan.
Kita lihat hasil kolaborasi manis itu!
Read more: http://stsetiapusat.blogspot.com/2010/03/notasi-minor-melayu-versi-st12.html#ixzz0pEJpgWa0ST SETIA KEBUMEN seandy bgt setia oreen Anggota: Muhammad Charly van Houten alias Charly (vokal), Ilham Febry alias Pepep (drum), Dedy Sudrajat alias Pepeng (gitar), Alm. Iman Rush (gitar). Genre: Melayu Kota Asal: Bandung Perusahaan Rekaman: Trinity Optima Production Dengarkan cara ST12 membawakan lagu-lagu karyanya, nikmati kekhasan pilihan kata dan tema lirik lagu ciptaannya. Niscaya kita akan dibawa ke citra... (baca selengkapnya)
Wow, Ada Nenek 70 Tahun di Konser ST12
| Add caption |
JAKARTA, Grup band pop Melayu, ST12 yang diawaki Charly Van Houten (vokal), Pepeng (gitar), dan Pepep (drum) sekali lagi menunjukan diri sebagai band yang diminati banyak kalangan, muda maupun tua.
Mau bukti? Ya, saat menggelar mini konser Pangeran Cinta yang digelar di Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (2/6/2010), penampilan mereka tak hanya disaksikan STsetia, sebutan fans ST12, dari kalangan ABG, tapi juga seorang nenek yang berusia 70 tahun.
Konser yang dikonsep dengan suasana santai, di mana panggung disetting seperti sebuah ruang tamu rumah itu, benar-benar memanjakan para penggemar ST12. Sekitar seratus STsetia duduk bersila menikmati lagu-lagu cinta ST12.
Di sela-sela aksi panggungnya, Charly sempat memberikan apresiasinya kepada seorang nenek yang selalu hadir menemani ST12 kala manggung di Jakarta. “Ibu dan nenek ini paling setia dengan ST12. Dulu anaknya yang sering menonton ST12, tapi dia meninggal. Sekarang Ibu dan neneknya yang selalu memberi dukungan kami,” puji Charly kepada nenek yang berusia 70 tahun itu.
Konser mini ST12 dibuka dengan penampilan trio vokal Charly’s Angels– Tere, Citra, dan Ayu– dengan dua single jagoan mereka “Up 2 You” dan “Merindu”. Meski terhitung masih baru, Charly’s Angel tetap mendapat antusias tinggi dari STsetia.
Usai Charly’s Angel turun panggung, kini tiba giliran si empunya hajat naik ke atas panggung. STsetia yang sudah tak sabar menanti aksi panggung ST12 pun langsung mengeluk-elukan nama band kesayangan mereka.
Tak berlama-lama, Charly dkk langsung menyuguhkan “Rasa Tertinggal”, dan “Cari Pacar Lagi” sebagai lagu pembuka mini konser Pangeran Cinta. “Terimakasih kalian sudah datang malam hari ini. Aku mau menyampaikan sesuatu kalau STsetia dari Singapura titip salam buat STsetia di Indonesia. ST12 berharap agar semua ini jangan pernah berubah” seru Charlie sebelum Pepeng memainkan intro lagu “Jangan Pernah Berubah”.
Di urutan selanjutnya, lagu “Terlalu” yang menjadi single keempat album Pangeran Cinta ikut meluncur memanjakan STsetia yang terus bernyanyi dan melambaikan tangan di setiap lagu yang disuguhkan ST12. Bahkan pada saat menyanyikan “Terlalu”, Charly turun dari panggung dan bernyanyi bersama penggemarnya.
Konsep mini konser Pangeran Cinta yang ditata sedemikian rupa itu, tak melulu menyuguhkan musik saja, sesekali awak ST12 larut dalam senda gurau hingga tangis haru bersama STsetia.
“Berikutnya sebuah lagu yang terinspirasi dari teman-teman STsetia, ini dia ‘Setiaku’,” ujar Charlie sebelum menyanyikan bersama lagu “Setiaku” sambil berkeliling ruangan Hanggar, sebelum akhirnya “Ku Terjatuh”, “Saat Terakhir”, “P.U.S.P.A”, “Biarkan Jatuh Cinta” dan “Isabela” silih berganti mengisi repertoar yang memanjakan STsetia.
Di ujung mini konser Pangeran Cinta, ST12 meluncurkan “Aku Masih Sayang” sebelum akhirnya mereka berbagi panggung dengan Charly’s Angels untuk menyanyikan bersama “Aku Padamu” sebagai lagu penutup mini konser Pangeran Cinta
Konser yang dikonsep dengan suasana santai, di mana panggung disetting seperti sebuah ruang tamu rumah itu, benar-benar memanjakan para penggemar ST12. Sekitar seratus STsetia duduk bersila menikmati lagu-lagu cinta ST12.
Di sela-sela aksi panggungnya, Charly sempat memberikan apresiasinya kepada seorang nenek yang selalu hadir menemani ST12 kala manggung di Jakarta. “Ibu dan nenek ini paling setia dengan ST12. Dulu anaknya yang sering menonton ST12, tapi dia meninggal. Sekarang Ibu dan neneknya yang selalu memberi dukungan kami,” puji Charly kepada nenek yang berusia 70 tahun itu.
Konser mini ST12 dibuka dengan penampilan trio vokal Charly’s Angels– Tere, Citra, dan Ayu– dengan dua single jagoan mereka “Up 2 You” dan “Merindu”. Meski terhitung masih baru, Charly’s Angel tetap mendapat antusias tinggi dari STsetia.
Usai Charly’s Angel turun panggung, kini tiba giliran si empunya hajat naik ke atas panggung. STsetia yang sudah tak sabar menanti aksi panggung ST12 pun langsung mengeluk-elukan nama band kesayangan mereka.
Tak berlama-lama, Charly dkk langsung menyuguhkan “Rasa Tertinggal”, dan “Cari Pacar Lagi” sebagai lagu pembuka mini konser Pangeran Cinta. “Terimakasih kalian sudah datang malam hari ini. Aku mau menyampaikan sesuatu kalau STsetia dari Singapura titip salam buat STsetia di Indonesia. ST12 berharap agar semua ini jangan pernah berubah” seru Charlie sebelum Pepeng memainkan intro lagu “Jangan Pernah Berubah”.
Di urutan selanjutnya, lagu “Terlalu” yang menjadi single keempat album Pangeran Cinta ikut meluncur memanjakan STsetia yang terus bernyanyi dan melambaikan tangan di setiap lagu yang disuguhkan ST12. Bahkan pada saat menyanyikan “Terlalu”, Charly turun dari panggung dan bernyanyi bersama penggemarnya.
Konsep mini konser Pangeran Cinta yang ditata sedemikian rupa itu, tak melulu menyuguhkan musik saja, sesekali awak ST12 larut dalam senda gurau hingga tangis haru bersama STsetia.
“Berikutnya sebuah lagu yang terinspirasi dari teman-teman STsetia, ini dia ‘Setiaku’,” ujar Charlie sebelum menyanyikan bersama lagu “Setiaku” sambil berkeliling ruangan Hanggar, sebelum akhirnya “Ku Terjatuh”, “Saat Terakhir”, “P.U.S.P.A”, “Biarkan Jatuh Cinta” dan “Isabela” silih berganti mengisi repertoar yang memanjakan STsetia.
Di ujung mini konser Pangeran Cinta, ST12 meluncurkan “Aku Masih Sayang” sebelum akhirnya mereka berbagi panggung dengan Charly’s Angels untuk menyanyikan bersama “Aku Padamu” sebagai lagu penutup mini konser Pangeran Cinta
i
4 Votes
Senin, 20 Desember 2010
ST 12 Feat Charly's Angels - Aku Padamu
![]() |
| Add caption |
Artis:ST 12 Feat Charly's Angels
Judul:Aku Padamu
Album:Pangeran Cinta
Info ST 12 Feat Charly's Angels - Aku Padamu
Lagunya ini berkisah mengenai seorang laki-laki yang sangat mencintai seorang cewek, meskipun banyak orang yang menentang hubungan mereka. Liriknya juga berisi ungkapan janji si cowok tersebut kepada pasangannya bahwa ia akan selalu ada untuknya. Di lagu Aku Padamu, ST12 berkolaborasi dengan seorang vokalis band metal asal Bandung, Man (Jasad band) dan 3 cewek cantik dari Charly's Angels. Secara musikalitas, ST12 berani membuat sesuatu yang beda. Mereka mengajak Man (Jasad band), hanya untuk memberikan suara growling di awal dan akhir lagu.
Cara Mendownload:
1. Klik Download via 4shared/Mediafire/Usershare/Dll.
2.Klik "Skip This Page",untuk menuju Halaman Download.
Keterangan
4shared :Download Cepat Dari Perangkat Mobile atau handphone
Mediafire :Download Cepat Dari PC support resume
Usershare :Download Cepat Dari PC support resume
| Ads Powered by:KumpulBlogger.com |
Pasang iklan Mini Banner di sini , Komisi 3% untuk Blogger |
Koleksi Lagu Lainnya:
Charly ST 12 Feat Regina - Pangeran Kecilku
Download lagu dari Charly ST 12 Feat Regina - Pangeran Kecilku Gratis hanya untuk review lagu saja. Belilah CD Original dari albumnya serta gunakan NSP, RBT I-RINGnya agar mereka tetap bisa berkarya dengan Lagu dan Album terbaru lainnya.
Charly ST12 feat. Regina – Pangeran Kecilku
Kau adalah restuku
Terlahir dalam rahimku
Kau adalah restuku
Kaulah pangeran kecilku
Terlahir dalam rahimku
Kau adalah restuku
Kaulah pangeran kecilku
| Charly ST12 feat. Regina – Pangeran Kecilku |
Kecilku
Kau adalah restuku
Terlahir dalam hidupku
Kau adalah restuku
Kaulah pangeran kecilku
Terlahir dalam hidupku
Kau adalah restuku
Kaulah pangeran kecilku
Wajahmu indah memberikan rindu
Ketulusanmu menyertai hidupku
Semoga tuhanku selalu menjagamu
Jadilah anakku yang terbaik ‘tuk hidup ooh
Ketulusanmu menyertai hidupku
Semoga tuhanku selalu menjagamu
Jadilah anakku yang terbaik ‘tuk hidup ooh
Kau adalah restuku
Terlahir dalam hidupku ooo
Kau adalah restuku
Kaulah pangeran kecilku
Terlahir dalam hidupku ooo
Kau adalah restuku
Kaulah pangeran kecilku
Semoga tuhanku selalu menjagamu
Jadilah anakku yang terbaik ‘tuk hidup oooh
Jadilah anakku yang terbaik ‘tuk hidup oooh
Kau adalah restuku
Terlahir dalam hidupku ooo
Kau adalah restuku
Kaulah pangeran kecilku
Kaulah pangeran kecilku kaulah pangeran kecilku
Terlahir dalam hidupku ooo
Kau adalah restuku
Kaulah pangeran kecilku
Kaulah pangeran kecilku kaulah pangeran kecilku
ST 12 Usung Lagu Religi
Palmerah, Warta Kota
BAND ST 12 yang didukung Muhammad Charly van Houten alias Charly (vokal), Ilham Febry alias Pepep (drum), dan Dedy Sudrajat alias Pepeng (gitar), akhirnya ikut meramaikan bursa lagu religi yang biasanya marak setiap menjelang Ramadhan.
Band ST 12, kependekan dari Jalan Stasiun Timur No.12, menawarkan single berjudul Dunia Pasti Berputar, ciptaan Charly yang diproduksi Trinity Optima Production.
Meski dipersiapkan khusus untuk menyemarakkan suasana Ramadhan, single Dunia Pasti Berputar dimasukkan dalam album terbaru ST 12 berjudul Pangeran Cinta yang dirilis pada bulan Mei lalu.
Charly mengatakan, ST 12 memutuskan untuk menggelontorkan single bertema religi lantaran musik tidak mempunyai batasan.
"Lewat musik saya bisa bertutur tentang apa saja. Bisa cinta, kehidupan sosial, hingga nuansa religius," katanya di Jakarta.
Selama ini ST 12 dikenal sebagai band yang mengusung tema cinta terhadap lawan jenis dalam setiap lagu mereka. Dibalut musik bernuansa Melayu, lagu-lagu bertema cinta milik ST 12 nyata jelas dalam album mereka bertajuk Jalan Terbaik, Puspa, dan Puspa Repackage. Lagu-lagu itu pula yang akhirnya mengantarkan ST 12 jadi salah satu band papan atas di Indonesia saat ini.
Lirik lagu Dunia Pasti Berputar itu sendiri sarat petuah. Simak saja salah satu baitnya yang berbunyi, Dunia Pasti Berputar. Ada saatnya semua harus berubah. Ingat pasti bertukar. Kita Harus siap hadapi semua. Ikhlaskan segalanya. Jalani semua yang ada di dunia.
Charly menambahkan, ST 12 mengusung lagu bertema religi juga sebagai salah satu cara untuk mengucap syukur kepada Sang Pencipta atas karir mereka yang terbilang gemilang di jagat musik.
Promo lagu Dunia Pasti Berputar masih dilakukan sebatas melalui radio-radio menunggu jadwal off airDunia Pasti Berputar. (Ant/apr) Charly dkk agak longgar. Meski demikian, setiap kali manggung di mana pun Charly pasti melantunkan
STsetia Terhanyut
Charly ST12
Semarang, CyberNews. Stadion Diponegoro Semarang dipenuhi teriakan kaum hawa yang diperuntukkan untuk Charly. Dan mereka semakin riuh saat vokalis ST 12 itu berlarian di panggung yang membuka penampilannya dengan "Cari Pacar Lagi" pada ajang grand final Bintang Sarimi, Sabtu (17/7) malam.
Aksi lincahnya diikuti oleh personil lainnya Pepep (Drum) dan Pepeng (Gitar), dengan ciri khas penampilannya itu tak ada satupun yang bisa mengelak untuk berjingkrakan mengikuti alunan band yang baru saja merilis album baru bertajuk Pangeran Cinta. Dari album tersebut singgel andalannya yang tengah melonjak berjudul "Aku Padamu" juga dimainkan dengan begitu kompak.
Tampaknya, band yang terbentuk tahun 2006 di Bandung ini masih ingin mempromosikan albumnya dengan menyanyikan lagu-lagu favoritnya seperti "Aku Terjatuh", Charly begitu menghayati saat menyanyi. Nyanyian sendu dan ekspresi wajahnya yang sedih itu mengajak STsetia (sebutan penggemar ST 12) larut dalam lagunya yang berirama slow rock.
Disela-sela area penonton pun tampak ada fans fanatik yang berdandan ala Charly. Dengan jaket hitam, dandanan rambut dan anting yang sama para fans fanatiknya itu juga turut menjadi perhatian para penonton yang lainnya.
Nomor-nomor andalan seperti "Puspa" dan "Saat Terakhir" tak luput untuk dimainkan, hingga pada puncak penampilannya lagu "Isabela" yang pernah dipopulerkan oleh penyanyi dari Malaysia, Amy Search di tahun 90an ini menguatkan kekuatan musik melayu masih dinikmati.
Selain penampilan ST 12 yang ditunggu-tunggu, hasil pengumuman pemenang "Bintang Sarimi" menjadi momentum mendebarkan saat juri yang terdiri dari Ikke Nurjanah, Robi Tumewu dan Ricky Jo ini mengumunkan Eva Diarti masuk tiga besar bersama dua finalis lainnya, Dara Reni dari Bogor dan Didin Mahfudin dari Pandeglang.
Langganan:
Komentar (Atom)











